Mengulik Fakta dan Penyebab Bayi Meninggal Setelah Imunisasi, Berikut Penjelasannya!

Mengulik Fakta dan Penyebab Bayi Meninggal Setelah Imunisasi, Berikut Penjelasannya!

Sudah diketahui secara luas, bahwa setiap orang tua dianjurkan untuk melakukan rangkaian imunisasi untuk anak anak dan bayi mereka. Meski memiliki banyak manfaat, pemberian vaksin pada proses imunisasi juga dikhawatirkan membawa efek samping. Bahkan disebutkan bahwa ada bayi yang meninggal setelah itu. Apa penyebab bayi meninggal setelah imunisasi ?

Faktor yang Menyebabkan Bayi Meninggal Setelah Imunisasi

  1. Penyakit Bawaan

Adanya penyakit bawaan bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bayi meninggal pasca imunisasi. Jadi bayi dari awal sebenarnya sudah memiliki penyakit yang diderita cukup lama, namun kemudian menjadi semakin parah setelah proses imunisasi dilakukan. Sehingga yang membuat bayi meninggal bukan karena vaksinnya, melainkan penyakit bawaan tersebut yang semakin parah.

  1. Alergi

Faktor lainnya yang dapat menjadi faktor penyebab bayi meninggal pasca pemberian vaksin yakni alergi. Adanya zat asing yang disuntikkan ke dalam tubuh membuat munculnya reaksi alergi hebat, sehingga terjadi syok pada tubuh bayi. Apabila kondisi tersebut tidak segera diberi penanganan maka nyawa bayi pun akan berisiko tidak dapat diselamatkan.

  1. Demam Tinggi

Demam umumnya menjadi salah satu efek samping yang terjadi setelah pemberian vaksin. Meski demam merupakan hal yang normal, namun pada kasus tertentu demam yang terjadi bisa sangat tinggi yang berisiko mengancam nyawa. Tentunya diperlukan diagnosis lebih lanjut mengenai hal tersebut, karena penyebab demam sendiri bisa beraneka macam.

Beberapa faktor penyebab tersebut sebaiknya diperhatikan oleh setiap orang tua, agar ke depannya tidak lagi terjadi kematian pada bayi usai pemberian vaksin. Jadi penting untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum melakukan imunisasi. Sehingga imunisasi yang dilakukan akan memberi dampak yang positif dan meningkatkan kekebalan tubuh si kecil, bukan sebaliknya.