Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja Berdasarkan Sektor Pekerjaan

Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja Berdasarkan Sektor Pekerjaan

 

Apa itu kesehatan dan keselamatan kerja? Kesehatan dan keselamatan kerja umumnya dikenal dengan K3. Pengertian kesehatan dan keselamatan kerja ialah suatu upaya atau pemikiran dan penerapannya yang ditujukan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

K3 Berdasarkan Sektor Industri

K3 yang spesifik dapat bervariasi pada sektor dan industri tertentu. Para tenaga kerja kontruksi akan membutuhkan pencegahan bahaya jatuh, sedangkan nelayan akan menghadapi risiko tenggelam di tengah lautan. Biro Statistik Buruh Amerika Serikat berkata bahwa perikanan, industri kayu, penerbangan, pertanian, pengerjaan logam, transformasi dan pertambangan adalah sektor industri yang paling berbahaya.

Yang pertama ialah sektor konstruksi. Konstruksi merupakan salah satu pekerjaan yang paling berbahaya di dunia, sektor ini dapat menghasilkan tingkat kematian yang paling banyak di antara sektor lainnya. Jatuh adalah risiko utama sektor ini dan menjadi penyebab kecelakaan tertinggi. Penggunaan peralatan keselamatan yang memadai seperti helm dan guadrail, serta pelaksaan prosedur pengamanan seperti memeriksa tangga non-permanen dan scaffolding dapat mengurangi risiko-risiko kecelakaan yang tidak diinginkan.

Pada tahun 2010, lembaga survey National Health Interview mengidentifikasi bahwa faktor organisasi kerja dan psikososial dan paparan kimiawi ataupun fisik pekerjaan yang mampu meningkatkan beberapa risiko di dalam K3. Diantaranya seperti semua pekerja kontruksi yang ada di Amerika Serikat, 44% tidak memiliki standar pengaturan kerja, sedangkan pekerja di sektor lainnya hanya 19%. Selain itu 55% pekerja konstruksi mempunyai pengalaman atas ketidak-amanan dalam bekerja, dibandingkan 32% pekerja pada sektor lainnya. 24% pekerja konstruksi terpapar oleh asap yang bukan berasal dari pekerjaannya.

Kemudian sektor pertanian. traktor dengan sistem pelindung terguling, para pekerja pertanian mempunyai risiko berupa penyakit paru-paru akibat paparan asap mesin, sakit kulit, kebisingan, luka dan kanker diakibatkan mesin dan alat pertanian. Kecelakaan yang dipandang paling umum ialah traktor yang terguling. Pestisida dan bahan kimia tertentu lainnya, yang sering digunakan dalam pertanian juga mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan pekerja, ia mampu mengakibatkan gangguan kesehatan, kelainan kelahiran bayi, sampai gangguan organ seks.

Lalu  sektor perminyakan dan pertambangan. Pekerja di sektor ini punya risiko terpapar oleh bahan kimia dan asap yang dapat membahayakan kesehatan seseorang. Risiko kulit terpapar bahan kimia berbahaya, menghirup asap, hingga risiko lain karena lokasi kerja yang jauh dari rumah, bahkan hingga ke area lepas pantai. Yang terakhir sektor jasa. Beberapa pekerjaan di sektor jasa terkait dengan industri manufaktur dan industri primer lainnya, namun ini tidak terpapar risiko yang sama. Masalah kesehatan utama dari pekerjaan di sektor jasa adalah stres psikologis serta kelebihan jam kerja.

Bahaya dan Masalah dalam Pekerjaan

Bahaya dalam masalah pekerjaan ini setidaknya dapat dibagi menjadi 4 kelompok, yakni bahaya fisik, biologis, bahaya psikologis, dan sosial. Bahaya fisik merupakan sumber utama dari banyaknya kecelakaan di berbagai industri. Bahaya ini mungkin tidak dapat dihindari dalam  beberapa sektor industri seperti pertambangan atau konstruksi, namun dalam seiring berjalannya waktu, manusia sudah mengembangkan metode dan prosedur keamanan untuk mengatur risiko tersebut.

Jatuh adalah kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian di tempat kerja yang paling utama. Sedangkan bahaya biologis ini cenderung seperti terkena infeksi, virus, tuberculosis, fungi, dan lain-lainnya yang menyangkut kesehatan para tenaga kerja dan masyarakat sekitar.